Saturday, January 29, 2011

A Crowded,Yet Million Possibilities Market

By : M Imran ( Market Analysis enthusiast )

Persaingan dalam industri sepeda motor di Indonesia adalah salah satu persaingan industri otomotif terketat di dunia.Dengan begitu banyak nya pemain pasar,mulai dari asia timur,seperti YAMAHA,HONDA,SUZUKI,KANZEN hingga pemain dari asia selatan,seperti Bajaj, dengan produk nya yang cukup di kenal luas oleh pengguna motor Indonesia,yaitu Pulsar Dtsi.Dan puncak dari persaingan industri motor Indonesia adalah rivalitas abadi antara YAMAHA MOTOR dengan HONDA MOTOR, dan SUZUKI sebagai kuda Hitam, yang dalam beberapa tahun belakang ini, mulai menerapkan strategi komunikasi marketing dan inovasi produk yang progresive, sehingga tidak kalah dengan YAMAHA dan HONDA.

Kisah rivalitas YAMAHA MOTOR dengan HONDA MOTOR amat mirip dengan rivalitas yang terjadi di industri otomotiv yang lain,namun dengan cakupan yang lebih luas.Tentunya kita sudah cukup mengetahui rivalitas antara TOYOTA DENGAN GENERAL MOTOR dalam meraih predikat sebagai produsen mobil No 1 di dunia, yang saat ini telah berhasil di rebut oleh TOYOTA, sebagai akibat dari krisis finansial global.Peta rivalitas antara YAMAHA VS HONDA dalam industri motor indonesia untuk kuartal I tahun 2009 dapat kita lihat pada tabel berikut ini :

Honda

Januari

Febuari

Maret

Bebek

108,120

128,127

128,022

Sport

18,017

19,537

16,557

Matic

53,548

52,822

59,773

Total

179,685

200,486

204,352

April :155.789

Mei : 208.266

VS

Januari

Febuari

Maret

Bebek

66,380

84,324

98,666

Sport

15,609

17,284

17,650

Matic

80,146

79,115

80,379

Total

162,135

180,723

196,695

April : 189.082

Mei : 206.992

Dari tabel diatas, dengan jelas kita bisa lihat betapa progresive nya YAMAHA mengejar posisi HONDA ,dengan pertumbuhan pangsa pasar yang dinamis seperti saat ini, dan dengan syarat kondisi ekonomi makro cukup stabil dan pemilu berjalan lancar, bukanlah hal yang tidak mungkin jika dalam 2 atau 3 tahun kedepan, YAMAHA akan merebut posisi HONDA,sebagai pemain pasar utama.Saya cukup yakin,strategi komunikasi marketing dan inovasi produk yang YAMAHA perlukan saat ini, bukanlah lagi “Bagaimana merebut pasar HONDA dan menjadi penguasa pasar” akan tetapi “Bagaimana mempertahankan pasar dan momentum pertumbuhan nya, serta mengembangkan market baru”.Karena di suatu arena kompetisi, apapun jenis kompetisi nya,mempertahankan predikat juara, jauh lebih sulit dari pada merebut predikat juara.Lalu,bagaimanakah sebaiknya cara YAMAHA untuk mempertahankan momentum pertumbuhan pasar nya dan juga mengembangkan pasar yang baru?

Dinamika ekonomi makro Indonesia di 5 tahun terakhir sangat lah dinamis progresiv.Hampir di semua bidang industri, yang ada hanyalah kata pertumbuhan, bahkan di saat pemain utama ekonomi global sedang terseok-seok,ekonomi makro Indonesia cukup tangguh,bahkan masih bisa untuk tumbuh diatas 4%.Dan beberapa industri yang sedang bersinar saat ini adalah industri entertainment, Food and Sport.Dengan gampang sekali kita bisa melihat booming nya industri perfileman dan musik Indonesia di 5 tahun terakhir ini dengan lahirnya band-band baru, film-film lokal yang penuh dengan penonton atau Ring Back Tone yang bernilai puluhan milyar, dan hal ini juga di ikuti dengan industri makanan&minuman, serta olah raga.Lalu apa kaitan nya antara mempertahankan momentum pertumbuhan pasar YAMAHA dan mengembangkan pasar baru dengan booming nya industri entertainment,sport dan food?

Industri otomotif adalah industri yang komplek.ia tidak hanya selalu berurusun dengan pengembangan mesin-mesin yang baru atau spare part,ia juga saling terkait baik langsung maupun tak langsung dengan industri-industri lainya.Industri otomotif,telah ber evolusi, tidak hanya sebagai alat transportasi semata mata,akan tetapi juga alat pengakuan sosial, gaya hidup bahkan mencari jodoh.Industri otomotif telah sedemikian mature sehingga melahirkan banyak komunitas-komunitas penggunanya, kita mengenal YAMAHA MX CLUB, yang situs nya sangat dinamis dan user-usernya yang aktiv,atau Jupiter Z yang bernuansa anak muda gaul.

Langkah-langkah kedepan yang perlu diambil oleh YAMAHA motor adalah melakukan “Proteksi” terhadap momentum pasar nya yang sedang tumbuh,juga memberikan appresiasi yang unik namun menjadi bagian dari pengguna produk-produk YAMAHA MOTOR.Dan saya menyebut strategi tersebut adalah “360’ YAMAHA X-PERIENCE WORLD

360’ YAMAHA X-PERIENCE WORLD

“When All in One and One in All”

Food&Beverages, Entertainment And Sport

Tidaklah berlebihan, jika saya berkata “Apa yang di butuhkan oleh YAMAHA MOTOR saat ini adalah mempertahankan momentum pertumbuhan pasar dan mengembangkan pasar yang baru”.Strategi komunikasi marketing dan inovasi produk yang telah dan sedang di jalan kan oleh manajemen YAMAHA MOTOR telah “On the right Track”. Mempertahankan momentum pertumbuhan pasar berarti adalah mempertahankan komunikasi Above The Line( ATL ) dan meningkatkan komunikasi Below The Line(BTL ).Meningkat kan komunikasi BTL dengan tujuan merangkul lebih erat para konsumen yang telah mempergunakan produk-produk YAMAHA dan memikat calon-calon konsumen YAMAHA .

Ada 3 Jenis strategi BTL yang saya tawarkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan YAMAHA, yaitu :

  1. Membangun YAMAHA X-PERIENCE FUN RIDING, yaitu semacam game center simulator dengan motor-motor YAMAHA yang di pergunakan pada MOTO GP serta produk-produk fenomenal YAMAHA,seperti JUPITER MX,atau MIO.di YAMAHA X-PERIENCE FUN RIDING konsumen atau calon konsument bebas mencoba ketangguhan produk-produk YAMAHA.dan tujuan akhir dari strategi ATL ini adalah untuk memikat calon konsumen serta mempererat komunikasi dengan konsument.

Sebagai tempat YAMAHA X-PERIENCE FUN RIDING, dapat mempergunakan bengkel-bengkel resmi YAMAHA, dan saya memperkirakan YAMAHA X-PERIENCE FUN RIDING, tidak akan memakan tempat cukup banyak, karena 3 simulator motor produk YAMAHA sudah cukup.

Gambar 1 Skema Tampilan YAMAHA X-PERIENCE FUN RIDING

  1. YAMAHA COZY SPOT ( YCS )

YAMAHA COZY SPOT ( YCS ) adalah sebuah strategi BTL yang di jalankan oleh YAMAHA Motor dengan bekerja sama dengan tempat-tempat makan atau kongkow yang tidak harus mewah, namun harus unik, nyaman,enak dan yang paling penting dengan harga yang terjangkau.Tempat-tempat seperti ini ada banyak sekali, dan pasti, dari kota-kota besar hingga kabupaten-kabupaten juga memiliki.Tempat-tempat yang diajak bekerja sama, bisa berupa warung ikan bakar di tepi jalan atau warung-warung tenda hingga café-café yang menyediakan Hot Spot.Mengapa YAMAHA COZY SPOT ( YCS ) perlu dilakukan sebagai bagian dari komunikasi BTL YAMAHA?.Hal ini karena di lapangan sudah terbukti bahwa komunitas-komunitas pengguna produk YAMAHA, cukup rutin untuk berkumpul atau kongkow-kongkow di tempat-tempat tertentu yang secara tidak langsung telah menjadi “Base Camp” YAMAHA RIDER

  1. YAMAHA BIKERHOOD EXPERIENCE ( YBE )

Indonesia bisa dikatakan sebagai daerah yang rawan bencana,entah itu bencana alam atau bencana yang diakibatkan oleh kelalaian manusia.Selama ini kita seringkali melihat kelambanan pemerintah dalam menangani daerah-daerah yang sedang di landa bencana. YAMAHA BIKERHOOD EXPERIENCE adalah bentuk kerjasama manajemen YAMAHA MOTOR dengan komunitas-komunitas YAMAHA RIDER dalam Grand Strategy Corporate Social Responsiblitity(CSR ) YAMAHA MOTOR. YAMAHA BIKERHOOD EXPERIENCE ,bukanlah sekedar aksi social semata,akan tetapi sebuah gerakan nasional yang di dukung oleh manajemen YAMAHA MOTOR dan di jalan kan oleh komunitas-komunitas YAMAHA BIKER. YAMAHA BIKERHOOD EXPERIENCE juga di latar belakangi oleh betapa beragam nya latar belakang profesi anggota-anggota komunitas YAMAHA BIKER dan sangat berpotensi sebagai “Disasster First Aid”, dan juga untuk kampanye positif dari aksi-aksi geng motor yang beberapa tahun terakhir ini cukup meresahkan masyarakat.

Untuk Strategi Above The Line ( ATL ) saya menawarkan 2 macam strategy. Yaitu :

  1. YAMAHA MUSIC GENERATION ( YMG )

YAMAHA MUSIC GENERATION, Lahir di latar belakangi oleh bangkit dan berkembangnya industri musik Indonesia. Tiap bulan,pasar musik Indonesia,selalu kedatangan pendatang baru yang berkualitas,dan ajang-ajang spot talent pun, sangat diminati oleh berbagai lapisan generasi.Kita mengenal A Mild Music Spot Talent yang membidik pasar ABG, kategori Ekonomi A & B. atau Mamamia yang membidik pasar dewasa dengan Ekonomi B & C.Produk produk YAMAHA MOTOR,secara teknologi bisa di bagi menjadi 3 bagian utama. Yaitu Motor bebek, Motor Sport dan Matik.Untuk motor matic, strategi yang sudah dan sedang di jalankan bisa dikatakan sangat berhasil,hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan oleh AISI, yang menempatkan YAMAHA sebagai penguasa motor MATIC. YAMAHA MUSIC GENERATION di luncurkan sebagai strategi untuk merebut pasar motor bebek yang selama ini di kuasai oleh HONDA.hal ini karena konsumen yang mempergunakan motor bebek mayoritas adalah usia ABG hingga di bawah 40 tahun. YAMAHA MUSIC GENERATION, membidik band-band anak muda dengan aliran musik Indie,Alternative rock dan pop.dan YAMAHA MUSIC GENERATION sangat mungkin untuk di jadikan even berkelanjutan.

2.YAMAHA ACCELERATION SHOCK (YAS )

YAMAHA ACCELERATION SHOCK adalah even yang membidik pengguna motor sport YAMAHA,even ini di bagi menjadi dua bagian,yaitu

- 0 till 100 kph COMPETITION.Adalah kompetisi para modifikator-modifikator motor YAMAHA dalam merebut juara “Fastest Acceleration”.ini adalah bentuk dari apresiasi YAMAHA MOTOR untuk mewadahi gejolak atau rasa penasaran pengguna motor sport YAMAHA, tentang kinerja teroptimal yang konsumen bias dapatkan dari motor sport produk YAMAHA.

- YAMAHA SPORT CHALENGES.Adalah bentuk kompetisi yang mirip Moto GP.namun khusus bagi pengguna motor sport produk YAMAHA.Even ini bisa dijadikan event tahunan, dan menjadi bagian dari grand strategy YAMAHA MOTOR untuk mencari bibit-bibit unggul yang bisa jadi merupakan “Valentino Rossi” dari Indonesia, selain itu,even ini juga menjadi semacam ajang untuk unjuk gigi kebolehan YAMAHA BIKER dari category sport, karena sangat mungkin di jalan-jalan raya,mereka tidak bisa mengeluarkan tenaga maksimal yang sebenarnya dari motor sport YAMAHA.Even ini selain hanya bisa diikuti oleh pengguna motor sport YAMAHA,juga di prioritaskan untuk anggota komunitas-komunitas motor sport YAMAHA.Peran YAMAHA MOTOR di even ini hanyalah sebagai fasilitator, sedangkan pelaksana lapangan adalah persatuan dari komunitas-komunitas pengguna motor sport YAMAHA.

Kelima strategi yang saya tawarkan diatas adalah sebuah strategi yang memiliki efek domino,bukan hanya bagi YAMAHA MOTOR Indonesia, akan tetapi juga bagi komunitas-komunitas hingga masyarakat luas, yang akan berujung kepada semakin mendalam nya pemahaman serta kedekatan emosional antara YAMAHA MOTOR dengan konsument dan calon konsument, sehingga dalam mengembangkan pasar yang baru atau produk yang baru, Manajemen YAMAHA MOTOR bisa semakin cepat,tepat dan efektive, karena,pasar atau produk masa depan, bukanlah produk yang semakin canggih dengan desain yang futuristic, akan tetapi sebuah produk yang sedemikian dekat dengan keseharian konsument dan calon konsument, sehingga konsument pada akhirnya merasa bahwa produk YAMAHA MOTOR adalah bagian dari diri dan komunitas nya yang sangat “Touching YOUR HEART”

Yamaha S H O C K S Program

Market Review

Kondisi persaingan pada pasar kendaraan bermotor roda dua di Indonesia merupakan salah satu yang paling ketat persainganya di dunia. Tidak hanya merk-merk motor jepang saja yang meramaikan peta persaingan seperti Yamaha,Honda,Suzuki,Dan Kawasaki ,akan tetapi juga dari china,Taiwan,Korea bahkan baru-baru ini produk motor dari India juga ikut meramaikan pasar Motor Indonesia dengan merk Bajaj,namun Walaupun demikian dari segi market value,pasar Indonesia merupakan salah satu pasar kendaraan bermotor roda dua terbesar ketiga setelah china dan Indonesia.

Industri Motor bisa dikatakan dari segi teknologi perkembangannya tidaklah secepat perkembangan teknologi Informasi,sehingga Inovasi-inovasi yang dapat dilakukan adalah pada pengembangan Segmentasi pasar.Pada Yamaha Mio,bisa dikatakan sebagai pengembangan segmen pasar,yaitu pasar wanita,karena selama ini kesan yang ada,motor itu diperuntukan untuk dunia laki-lak atau paling tidak wanita yang tomboy,lihat saja desain motor sebelum ada Mio,tidak cocok kan untuk karakter wanita yang feminim? Namun tampaknya,kelihaian Yamaha dalam menciptakan pasar baru telah diikuti oleh pemain-pemain pasar lainya dengan mengeluarkan produk yang sejenis Mio

Upaya membangun merk yang kuat dengan peta persaingan seperti di Indonesia memerlukan ekuitas merk yang kuat pula,namun sayangnya tidaklah mudah untuk membangun merk yang kuat.Dibutuhkan Komitmen dari shareholders,top managemen yang fokus pada konsumen dan pasar,serta konsistensi dalam pelaksanaan program-program komunikasi pemasaran.Menurut Dr Asto Subroto,Direktur Pengelola MARS.,Dalam upaya membangun merk paling tidak ada tiga hal yang perlu dilakukan,yaitu:

(1) Merk yang konsisten menjaga performannyalah yang mampu terus-menerus menempati posisi teratas.(2)Merk baru memiliki peluang untuk meraih pasar yang baik apabila dipasarkan dengan strategi pasar yang tepat dan investasi yang cukup,(3) Komunikasi pemasaran memiliki peranan kunci dalam memenangi persaingan pasar di Indonesia,karena loyalitas konsumen Indonesia terhadap merk yang digunakan tidak terlalu tinggi.Berdasarkan pertimbangan hal itulah Yamaha perlu melakukan inovasi terbaru atau samudera biru.agar pasar yang telah dikuasai tidak direbut oleh competitor

Yamaha S H O C K S Program

Sekedar menonjolkan keunggulan teknologi untuk peta persaigan di idonesia tidaklah cukup untuk menarik konsumen.haruslah ada suatu strategi marketing yang menawarkan motor tidak hanya sebagai kendaraan untuk mobilitas saja,akan tetapi motor sebagai bagian dari diri konsumen.Yamaha S H O C K S,sengaja saya rancang agar konsumen benar-benar mengalami pengalaman berkendaraan bermotor yang benar baru,yang tidak sekedar alat transportasi saja. S H O C K S,adalah singkatan dari:

1. Stop 4 services

2 Holidays Back Up

3 On The Road We Met

4 C 4 Competition

5 Knowing More

6 Stay Connects

Strategi yang saya bangun adalah gabungan dari Strategi Experience Marketing dan Blue Ocean Strategy. Dan . S H O C K S Khusus di rancang untuk menyentuh ke lima unsur dasar manusia/konsumen yaitu:

1.Spiritual Capital

2.Intelectual Capital

3.Creativity Capital

4.SocioEmosional Capital

5Physical Capital

Dan setiap hampir “huruf” akan “menyentuh” sisi kemanusiaan yang berbeda pula,seperti yang kita lihat pada gambar dibawah

Sedangkan S untuk Stop 4 Services serta Stay Connects tidak masuk di dalam gambar diatas karena keduanya adalah unsure pendukung,sedangkan ke empat lainya adalah unsur utama.

O untuk On The Road We Met sengaja dirancang untuk menyentuh sisi kreativitas dan SosioEmosional dari konsumen ,karena pada program ini adalah program dimana konsumen-konsumen pengguna produk-produk Yamaha bertemu,lokasinya bisa di bengkel-bengkel resmi Yamaha yang telah di modifikasi dengan telah di tambah dengan tempat nongkrong atau kongkow dalam bentuk mini café atau pihak manajemen Yamaha bekerja sama dengan rumah makan atau restoran di sisi jalan sebagai “House of Yamaha”. Sisi yang lebih ingin di tonjolkan dari O adalah sisi SocioEmosional,karena lewat program ini di harapkan konsumen-konsumen produk Yamaha tidak hanya sebagai “User of Yamaha Products”,akan tetapi juga “The Big Family of Yamaha” dan kreativitas ikut tersentuh karena menurut saya di saat para konsumen-konsumen pengguna produk Yamaha bertemu akan terjadi tukar-menukar informasi dalam banyak hal,seperti modifikasi motor,tips-tips dan lain-lain

H untuk Holidays Back Up .tidak bisa di pungkiri,saat ini popularitas motor tidak hanya sebagai kendaraan yang memiliki mobilitas tinggi,karena dapat menyalip diantara kemacetan,akan tetapi juga sebagai alat transportasi untuk berlibur,bahkan mudik. Fenomena kendaraan motor di gunakan sebagai transportasi mudik atau berlibur semenjak semakin membludaknya pemudik dari tahun ketahun.dan dengan motor, ongkos yang akan ditanggung relative akanlebih kecil jika kita menggunakan mobil. H untuk Holidays Back Up adalah strategi dari Yamaha untuk memberi perhatian yang lebih kepada konsumen yang senang berlibur atau pergi jauh. Strategi ini adalah memberikan fasilitas kepada konsumen tentang “House of Yamaha”. Dimana konsumen dapat istirahat setelah perjalanan yang jauh sambil kongkow dan . Stop 4 services tentunya.Sisi yang ingin ditekan kan pada strategi ini adalah sisi SocioEmosional dari konsumen namun tidak lupa pula sisi physical nya.karena pada saat berkendara dengan jarak yang jauh,tentunya konsumen akan mengalami kelelahan fisik,namun kelelahan itu semua akan hilang karena ada On The Road We Met dan juga karena konsumen Yamaha adalah anggota dari “The Big Family of Yamaha”

C 4 Competition Ini adalah suatu event yang khusus dirancang sebagai ajang unjuk kemampuan konsumen dalam melakukan modifikasi,balapan motor,dan juga “Yamaha Big Family gathering” event dirancang tidaklah untuk untuk seminggu sekali namun paling tidak setiap 3 bulan ada program seperti ini,karena saya kira event seperti ini akan membutuhkan dana yang tidak sedikit,tidak hanya bagi pihak Yamaha namun juga bagi pihak konsumen.sisi yang ini di sentuh dari strategi ini adalah sisi kreativitasnya dari konsumen,namun tidak lupa pula sisi intelektualitasnya,karena bukankah modifikasi juga membutuhkan intelektualitas?

K untuk Knowing More. Adalah suatu event yang khusus dirancang untuk interactive bagi antar konsumen Yamaha dan Tim Engineer Yamaha, Berisikan informasi-informasi penting untuk konsumen baik tentang tips-tips modifikasi yang aman,produk-produk baru Yamaha maupun sebagai ajang tukar menukar informasi penting diantara konsumen Yamaha. Knowing More. Bisa bekerja sama dengan radio-radio atau dengan Stasiun TV.Untuk Knowing More. Versi internet ada Stay Connects,di mana konsumen dapat berkomunikasi lewat Blog site atau Chat Room yang memang sengaja dirancang untuk menjadikan konsumen tidak hanya sebagai pengguna produk Yamaha,akan tetapi juga anggota dari “The Big Family of Yamaha”

Bagi sebagian orang mungkin strategi Yamaha S H O C K S sedikit terlalu berlebih-lebihan,namun jika kita melihat betapa ketatnya persaingan bisnis saat ini,dimana loyalitas konsumen rendah dan competitor yang sangat agresive,strategi Yamaha S H O C K S tidaklah terlalu berlebihan.Dan jika kita tetap memaksakan bertarung dari sisi Inovasi teknologi dan harga ,yang akan terjadi adalah pertarungan yang berdarah-darah seperti apa yang di katakan oleh Prof W Chan Kim dan Prof Renee Mauborgne penulis buku Blue Ocean.kita harus dapat merekonstruksi batasan-batasan pasar,fokus pada gambaran besar,bukan sekedar laporan penjualan, serta menjangkau melampaui permintaan yang ada, .dengan menciptakan pengalaman-pengalaman baru dalam berkendara motor,tidak hanya konsumen membeli produk lalu ada after sales sevicenya,karena hal itu sudah sangatlah biasa dilakukan.kita harus dapat memberikan konsumen kesan yang membekas dalam dirinya sehingga dia akan merasa anggota “The Big Family of Yamaha” dan Yamaha S H O C K S adalah jalan untuk hal itu

Perizinan Usaha dan Investasi

Oleh Frida Rustiani

Indonesia, salah satu negara dengan proses perizinan paling kompleks, lama, dan korup di Asia. Birokrasi perizinan yang rumit menyebabkan 80 persen pelaku usaha domestik tetap informal atau tidak berizin. Sebagai respons atas situasi itu, 18 kota/kabupaten di berbagai provinsi secara serentak menyelenggarakan layanan perizinan massal yang berpuncak pada Selasa, 1 April 2008.

Acara yang dilaksanakan di Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) di setiap daerah itu diresmikan secara simbolis di Kota Cimahi oleh Menteri Perdagangan Mari E Pangestu yang diwakili Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman.

Melalui kegiatan gebyar layanan perizinan massal, pelaku usaha dapat memperoleh pelayanan izin usaha secara mudah, murah, dan cepat. Dalam acara tersebut, lebih dari 13.000 dokumen diterbitkan, 10.000 di antaranya Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sebanyak 48 persen yang memperoleh izin adalah perempuan. Masyarakat juga mendapatkan informasi dan bahkan melakukan akad kredit dengan perbankan, mendapatkan nomor pokok wajib pajak (NPWP), serta layanan pengembangan usaha.

Hernando deSoto, penggagas pelayanan formalisasi massal, mengawali ide ini dengan temuan bahwa ketiadaan bukti-bukti dan izin resmi atas aset dan usaha warga negara menyebabkan dead capital. Dengan kata lain, kapitalisasi hanya dapat optimal terjadi apabila memenuhi syarat-syarat formal usaha. Ironisnya, walaupun begitu penting, syarat formal ini sering kali tidak mudah diperoleh. Dari sinilah gagasan memberikan layanan formalisasi massal yang mudah dan murah muncul.

Reformasi yang bergulir sejak tahun 1998 lebih banyak terjadi di bidang politik. Spirit reformasi masih diangankan untuk menyambangi bidang ini. Demokrasi bidang politik yang mulai tumbuh seiring dengan reformasi yang terjadi ternyata belum mampu menjadi pendongkrak demokrasi di bidang ekonomi.

Contoh produk reformasi yang belum berjalan lurus dengan pertumbuhan ekonomi daerah, misalnya, pemilihan kepala daerah. Harapan bahwa dengan pemilihan langsung, pimpinan daerah akan lebih mengerti dan memiliki komitmen penuh terhadap pengembangan (ekonomi) daerah juga tidak sepenuhnya terbukti. Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai wujud dari tuntutan untuk mengatasi korupsi cukup berhasil membawa para koruptor ke meja hijau meskipun juga belum secara nyata menunjukkan kontribusinya terhadap perbaikan iklim usaha.

Belakangan justru banyak investor yang lari. Alasan terlalu banyaknya beban pungutan, terutama pungutan liar, yang harus ditanggung dunia usaha, masih kerap muncul sebagai alasan hengkangnya perusahaan asing dan tutupnya usaha lokal.

Perizinan di Indonesia

Beberapa isu dalam perizinan di Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut: Pertama, kebijakan yang tumpang tindih dan kurang konsisten menyebabkan ketidakpastian berusaha. Over regulation dan inkonsistensi yang terjadi sering kali menimbulkan tidak adanya kepastian hukum, selain beban biaya, sehingga tindakan dan prediksi rasional menjadi sulit untuk dilakukan. Kedua, kelembagaan, terlalu banyak lembaga yang terlibat tanpa disertai dengan koordinasi yang memadai menyebabkan birokrasi yang tidak efisiensi. Ketiga, korupsi, jelas secara langsung menyebabkan ekonomi biaya tinggi.

Ironisnya, korupsi hampir selalu muncul dalam setiap bentuk pelayanan publik, khususnya perizinan.

Struktur perizinan usaha di Indonesia telah menjelma menjadi rezim yang besar, kuat, dan berkuasa. Struktur ini membuat perizinan di Indonesia termasuk paling panjang dan mahal di dunia. Studi Asia Foundation di lima kota/kabupaten di Indonesia, misalnya, menunjukkan bahwa rata-rata waktu untuk memperoleh HO, TDP, SIUP mencapai 107 hari dengan biaya mencapai Rp 931.000. Situasi ini membuat peringkat daya tarik investasi Indonesia merosot ke urutan 123. (World Bank, Doing Business Report, 2008).

Di Bojonegoro, Jawa Timur, seorang petani yang hendak mengembangkan usaha pembibitan jati emas di atas tanah seluas 4 hektar terpaksa membatalkan rencananya. Total biaya untuk mengurus izin yang harus dikeluarkannya mencapai Rp 50 juta. Padahal modal untuk usaha ini sekitar Rp 200 juta. Artinya, 25 persen dari modal yang dimilikinya digunakan untuk mengurus izin. Sungguh tak masuk akal. Jangan ditanya dari mana angka 50 juta ini muncul, ya ini merupakan penjumlahan nominal dari tiga masalah besar di atas.

Bayangkan sedikitnya 100 orang—25 pekerja plus keluarganya—yang mestinya akan mendapatkan manfaat dari usaha ini.

”One stop service”

Berkembangnya inisiatif untuk mengintegrasikan pelayanan perizinan dalam satu otoritas yang terintegratif memunculkan harapan baru yang dapat memberikan ”layanan dasar” bagi pelaku usaha. Keunggulan pelayanan satu tempat satu ”pintu” adalah bahwa pelaku usaha tidak perlu berkeliling ke berbagai instansi untuk mendapatkan izin. Pemohon juga tidak perlu bertemu dengan banyak orang, yang selama ini ditengarai sebagai penyebab ekonomi biaya tinggi.

Pada semua one stop service (OSS), karena seluruh pelayanan perizinan berada dalam satu tempat satu pintu, transparansi memungkinkan untuk dilakukan. Informasi mengenai proses dan segala prasyarat dapat secara memadai disediakan. Sebelumnya, meskipun informasi ini ada, terpecah-pecah untuk setiap izin, selain tersebar di berbagai instansi.

OSS terbukti menjadi terobosan baru dalam meng- atasi kendala perizinan di Indonesia.

Sejak awal tahun 2000-an sejalan dengan era desentralisasi, telah banyak PPTSP didirikan untuk kemudahan perizinan. OSS terbukti mampu mengurangi waktu pelayanan sampai 60 persen serta biaya sampai dengan 30 persen. Dukungan bagi pengoptimalan OSS masih sangat dibutuhkan untuk mencapai tingkat efisiensi setinggi mungkin.

Penciptaan kelembagaan sudah saatnya menjadi pilihan strategis dalam penciptaan iklim usaha yang lebih kondusif. Negara-negara dengan performance kelembagaan yang kuat memiliki bukti-bukti hubungan yang jelas dengan tingkat pertumbuhan dan investasi yang tinggi. Kelembagaan yang kuat menjadi prasyarat bagi segala rupa reformasi bila hendak mencapai tingkat yang optimal.

Frida Rustiani Economic Program Officer The Asia Foundation

Antara Creative Marketing,Software Developer,dan Berdagang

Ada 3 hal di dunia ini yang menarik diri saya sedemikian dalam,yaitu Strategi Marketing& Bisnis,Software Developer,lalu berdagang.berdagang adalah kegiatan yang saya lakukan dari semenjak usia 4 tahun,saya dari umur 4 tahun sudah diajari untuk berdagang oleh bapak saya,namun berdagang tidaklah semenarik seperti 2 lainya,dan diantara ketiga hal itu,yang paling menarik diri saya lagi adalah dunia strategi marketing,bisnis.sungguh amat menarik mengamati menganalisa setiap gerak-gerik eksekusi marketing dari pemain-pemain pasar yang sedang memperebutkan konsumen,lalu memperhatikan setiap strategi iklan-iklan dari setiap produsen,sebagai “serangan balik” dari eksekusi strategi marketing…..saya harus bisa menguasai ketiga bidang ini secepatnya

INDONESIA MENATAP MASA DEPAN

Dimanakah posisi bangsa Indonesia di mata dunia di masa depan?,apakah kita akan sampai seperti yang di gambarkan pada Visi Indonesia 2030? atau semakin terpuruk lalu menjadi negara gagal?

Sikap optimis memang wajib dimiliki oleh setiap dari warga Indonesia,namun jika optimisme tersebut tidak memiliki landasan yang kuat,saya takut,kita hanya akan menjadi negara pemimpi,namun dari hasil pengamatan saya tentang kekisruhan di beberapa pilkada,illegal logging,korupsi,penetrasi narkoba yang luas,kualitas pendidikan,infrastruktur,pola hidup yang sangat konsumtive sebagian masyarakat kita,hingga ketidakmampuan elit-elit politik kita dalam berpikir strategis untuk memecahkan masalah-masalah bangsa,saya merasa Visi Indonesia 2030 hanyalah mimpi,dan bangsa kita benar-benar dalam kondisi menuju keterpurukan yang lebih dalam.

Kita harus mengakui bahwa selama enam dekade lebih kemerdekaan kita,kita telah gagal untuk berubah dari bangsa yang terjajah,menjadi bangsa yang merdeka,dan tragisnya kegagalan-kegagalan kita di hampir setiap sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.Prilaku elit partai dan sebagian dari masyarakat kita saat ini masih sama dengan gambaran yang di tulis oleh Brian May pada buku The Indonesian Tragedy,sebuah buku yang di terbitkan lebih dari tiga dekade lalu atau satu generasi.

Dalam bukunya,Brian May menulis bahwa orang Indonesia pada dasarnya ingin hidup conspicious comsumtive(konsumtif yang menyolok),A Sensous People( mudah melepaskan hawa nafsu).dan tidak memiliki disiplin diri,buku ini dilarang penjualannya di Indonesia,karena memang sangat menyinggung perasaan kita sebagai orang Indonesia,namun jika kita mau jujur pada diri kita sendiri,apa yang di tulis oleh Brian May sebenarnya adalah sebuah kenyataan tentang karakter kita pada umumnya

Sebuah Awal Dari Akhir

Bukanlah investor asing yang mampu mengangkat bangsa ini dari keterpurukan,bukan pula dana pinjaman hingga milyaran dollar,akan tetapi diri kita dengan mental yang baru yang dapat mengangkat bangsa kita.karena permasalan utama dari bangsa kita adalah mental yang lemah,ingin cepat kaya namun tidak ingin kerja keras,ingin menjadi negara industri yang maju namun pendidikan di gadaikan,dan rasa rendah diri di depan bangsa asing.

Dan jalan utama dalam mengubah mental bangsa adalah lewat jalur pendidikan,bukan sekedar pendidikan dasar hingga SMP,akan tetapi pendidikan tinggi,hal ini karena saat ini persaingan industri adalah juga persaingan human capital,paradigma upah buruh yang rendah sebagai faktor daya saing kita,sudahlah usang,saingan kita saat ini bukanlah lagi Malaysia,Thailand,Philipina,atau bahkan Vietnam,akan tetapi Bangladesh,Sri Langka dan sebagian negara-negara di Afrika dan Amerika Latin.

Jika kita saat ini kembali gagal dalam membangun kualitas manusia Indonesia,bukanlah hal yang tidak mungkin pada tahun 2030 saingan kita adalah Sudan,Somalia,Zimbagwe,dan Chad.Kita harus bisa berpikir “Untuk Kemajuan Indonesia Bersama”,bukan “Untuk kemajuan Kelompok Saya”,karena yang merebut kemerdekaan bangsa Indonesia bukalah kelompok tertentu,atau suku tertentu,sehingga kita tidaklah berhak merasa yang paling berhak,dan yang paling benar

Mentalitas kita yang malas,Over konsumtif,jalan pintas,dan tidak berpikir jangka panjang harus lah kita jadikan musuh pribadi setiap diri kita masing-masing,dan menjadikan kemiskinan,kebodohan, egoisme serta fanatisme yang sempit terhadap tokoh atau kelompok menjadi musuh bersama.Kita adalah pewaris kemedekaan yang telah direbut oleh orang tua-orang tua kita,dan akan sangat bodoh sekali jika mentalitas kita kembali pada egoisme kelompok atau tokoh seperti yang terjadi di sebelum tahun 1908,karena kebangkitan nasional Indonesia tidaklah di dapat dari egoisme sempit,akan tetapi karena adanya rasa senasib sepenanggungan akibat di jajah

Musuh Bersama, Bukan “Sama-Sama Musuh”

Setelah kita menyadari inti permasalahan bangsa kita, dan merumuskan musuh bersama,yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah konsolidasi nasional dari seluruh element-element bangsa,konsolidasi di sini bukan untuk memutuskan “Siapa yang akan memimpin” akan tetapi mencari sisi terbaik dari kita dan sisi terburuk dari kita,lalu bersama-sama berjuang untuk membuang sisi terburuk dari kita secara terorganisir dan terencana

Dan tentu saja,konsolidasi seperti ini hanya akan bisa terjadi dan terwujud,jika elit-elit politik kita mau meletakan nafsu kekuasaan dan ego dirinya, di bawah kepentingan nasional,Para elit partai kita harus kembali belajar dari para pendahulu-pendahulunya seperti Ir Sukarno,DR Muhammad Hatt,dan yang lainya,karena jika mereka pada saat itu tidak mampu meletakan ego diri dan nafsu kekuasaanya dan memilih untuk menjadi pegawai di pemerintahan penjajah,bisa jadi pada tahun 1945 bukanlah tahun di saat kita merdeka.

Sekarang kita bisa melihat hasil pengorbanan pahlawan-pahlawan kita,dan menganggap mereka adalah pemimpin-pemimpin bangsa,dari sini kita bisa melihat bahwa seorang pemmpin bukanlah dia yang paling cerdas,atau yang paling bisa memberi komentar-komentar,seorang pemimpin adalah ia yang mampu berpikir besar dan jauh kedepan,sehingga ia rela untuk mengorbankan ego nya demi kepentingan bangsa